Bloggernyo urang sikaladi By. Boim
Tampilkan postingan dengan label Air Terjun. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Air Terjun. Tampilkan semua postingan

Air Terjun Lider


Air Terjun Lider sebagai salah satu obyek wisata Kabupaten Banyuwangi, memiliki pesona yang masih benar-benar alami. Lokasinya terletak di desa Sragi, kecamatan Songgon, Banyuwangi, Jawa Timur. Berada di tengah kawasan hutan lindung yang juga masuk dalam pengawasan Kawasan Resort Pemangkuan Hutan (KRPH) Perhutani Sidomulyo, Bagian Kesatuan Pemangkuan Hutan (BKPH) Kali Setail kecamatan Sempu, Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Banyuwangi Barat. Dinamakan Air Terjun Lider dikarenakan lokasinya terletak di kawasan hutan lindung petak 74, Blok Lider. Air terjun yang terletak di lereng timur Gunung Raung ini, berjarak sekitar 45 km dari kota Banyuwangi.

Jika kita berangkat dari kecamatan Sempu melewati desa Jambewangi, maka hutan pinus, perkebunan kopi dan cengkeh akan menjadi pemandangan sepanjang jalan menuju post terakhir pemukiman lokasi medan yang ditempuh pun lumayan sulit dengan melewati beberapa tebing curam, menyeberangi sungai sebanyak 7 (tujuh) kali dan menembus hutan lindung yang masih benar-benar terjaga kelestariannya. Jika kita beruntung, beberapa hewan seperti kera dan burung akan dapat kita jumpai di hutan yang terkenal akan keanekaragaman flora dan faunanya ini.

Perjalanan menempuh medan yang sulit dan menguras tenaga, akan terbayar setelah tiba di lokasi Air Terjun Lidaer dengan kemegahannya tebing laksana tumpukan kristal-kristal alam yang tertata rapi dengan air terjun utama dengan ketinggian ± 100 meter dihiasi beberapa air terjun kecil membuat tempat ini nampak begitu indah.

Jika kita mendekati Air Terjun Lider seperti berada di lubang sumur besar dengan dinding berupa tebing yang berdiri tegak, seolah-olah terbelah oleh pancuran air yang sangat jernih. Kejernihan airnya makin indah dipandang, manakala butirannya pecah lembut karena terjun bebas dari ketinggian 60 meter. Air Terjun Lider tertinggi di Banyuwangi yang masih terjaga keaslian alamnya ini. Dengan bentuk yang menggumpal dan mengular panjang ketika terjatuh, suara menderu dan terdengar dengan sangat cepat membelah kesunyian hutan, serta derasnya air yang membuat daun-daun hijau pepohonan di sekelilingnya bergoyang, membuat pemandangan di lokasi Air Terjun Lider semakin menyejukan. Panorama di sekitar pun menjadi semakin eksotik dengan adanya dinding tebing berupa deretan batu berdimensi rata yang terlihat menggantung diantara dua jurang yang menghimpit air terjun tersebut.

Air Terjun Lider yang terletak pada ketinggian 1.300 meter di atas permukaan laut ini, mempunyai kandungan air yang lebih segar dibandingkan dengan air terjun lain yang terdapat di sekitar kota Banyuwangi. Kemungkinan karena sumber airnya berasal dari hutan alami yang mengalir sepanjang 2 km. Di sekitar Air Terjun Lider juga terdapat empat air terjun lain yang merupakan bagian dari air terjun utamanya. Juga dikatakan bahwa saat matahari sedang terbit, panorama di depan Air Terjun Lider sangat menakjubkan. Sinar matahari yang mulai merambat terbias oleh butiran-butiran air yang memercik dari air terjun, sehingga membias jadi pelangi.

Air Terjun Lider mungkin bisa menjadi tantangan dan ajang rekreasi yang barangkali mampu mengusir kejenuhan dari rutinitas keseharian. Dengan keindahan serta eksotika alam yang luar biasa alami, menjadikan Air Terjun Lider memiliki daya tarik tersendiri. Bahkan diinformasikan juga bahwa tak jarang puluhan wisatawan manca negara berbondong-bondong mengunjunginya, khususnya setelah mereka melakukan perjalanan ke Cagar Alam Kawah Ijen atau lokasi Agrowisata di Kali Klatak, Banyuwangi.

Berpetualang di Air Terjun Lider
Jika anda suka berpetualang di alam, cobalah datang ke Air Terjun Lider setinggi kurang lebih seratus meter. Air Terjun Lider yang berada di lereng gunung raung ini mampu menyajikan keindahan serta eksotika alam yang luar biasa alami. bahkan, keindahannya bisa melupakan rasa capek akibat sulitnya medan menuju lokasi air terjun tertinggi dibanyuwangi ini.

Untuk menuju lokasi air terjun lider, memang bisa ditempuh dengan menggunakan sejumlah jalur, salah satunya adalah jalur jambewangi, sempu, banyuwangi ini. hamparan hutan pinus sepanjang lima kilo meter akan menyapa anda jika melewati jalur ini. selain hutan pinus, mata anda juga akan dimanjakan dengan pemandangan deretan tanaman tebu dan kopi yang menghampar disepanjang perjalanan.

Memang untuk menuju air terjun lider medan yang dilalui tidak segampang yang dibayangkan, selain harus melalui sejumlah perkebunan, jalan yang ditempuh juga tidak mulus. pecahan batu gunung berukuran sedang akan menghiasi sepanjang jalan menuju lokasi air terjun, sehingga perlu kehati - hatian jika anda menuju lokasi dengan menggunakan kendaraan roda dua.

Tidak hanya itu, untuk mencapai lokasi air terjun, kendaraan pengunjung hanya bisa digunakan hingga di pos terakhir kawasan hutan lindung blok lider. setelah itu pengunjung harus menempuh jalur lanjutan dengan berjalan kaki atau treking sepanjang kurang lebih satu kilo meter.

Medan yang dilaluipun tidak mudah, selain harus melewati sejumlah tebing yang curam serta melewati padatnya tumbuhan khas hutan tropis, pengunjung juga harus menyeberangi sungai sebanyak enam kali. namun jangan khawatir, sungai yang masuk jalur menuju lokasi air terjun ini tidak ada yang dalam, bahkan airnya sangat jernih sehingga mampu menggoda siapapun untuk mencicipi kesejukan air sungai disini.

Obyek wisata alam air terjun lider sendiri berada dalam kawasan desa sumber arum, kecamatan songgon, banyuwangi, atau sekitar empat puluh lima kilo meter dari kota banyuwangi. tepatnya dikawasan hutan lindung petak 74 blok lider, kawasan perhutani Banyuwangi selatan atau tepat dilereng timur gunung raung.

Air terjun setinggi kurang lebih seratus meter ini sangat mempesona karena terjaga keaslian alamnya. apalagi, air yang terjatuh dari ketinggian bentuknya akan menggumpal dan mengular panjang, suara air tersebut terus menderu dan terdengar dengan sangat cepat membelah kesunyian hutan, derasnya air terjun yang jatuh ke dasar sungai itu membuat daun-daun pepohonan yang hijau di sekelilingnya menjadi bergoyang. hal inilah yang membuat pemandangan di lokasi air terjun lider semakin menyejukan. ditambah lagi, pemandangan disekitar air terjun lider yang semakin eksotik dengan adanya dinding tebing berupa deretan batu berdimensi rata diantara dua jurang yang menghimpit air terjun. keaslian alam dilokasi wisata inilah yang seringkali mengundang decak kagum para pengunjung air terjun ini.

Medan menuju lokasi yang sulit membuat lokasi wisata alam ini masih jarang dikunjungi para wisatawan hingga kini meski hari libur, rata – rata para pengunjung yang datang kelokasi ini hanya mereka yang terbiasa berpetualang dialam atau mereka yang mengagumi sejumlah lokasi wisata yang masih benar – benar alami, seperti di air terjun lider ini.

Tips Menuju Wisata Alam Air Terjun Lider :
Dari Genteng ke arah utara menuju kecamatan Sempu sejauh 7 km.
Dari kecamatan sempu melewati desa Jambewangi menuju desa Sumber Arum sejauh 7 km.
Sesampai di post 1 kawasan perkebunan, mengisi daftar kunjungan lengkap dengan keperluannya.
Pastikan kondisi kendaraan anda seluruhnya dalam keadaan baik karena medan yang dilewati sangatlah sulit dengan batu gunung lancip hampir di sepanjang jalan.
Jika cuaca sedang hujan, sebaiknya membawa air tembakau karena saat melewati hutan lindung akan sering kita jumpai lintah (pacet) di dedaunan yang akan berusaha menghisap darah di bagian tubuh kita .
Jika anda termasuk orang yang suka berlama-lama di suatu tempat, alangkah baiknya membawa minuman dan snack favorit karena di lokasi terjun tidak ada penjual makanan dan minuman.

Sumber :
http://blambangan.web.id
http://www.lintasberita.com
http://www.blogger.com
Foto : http://4.bp.blogspot.com

Air Terjun Tirto Kemanten (banyuwangi)


Air Terjun Wonorejo terletak di Kabupaten Banyuwangi Desa Kalibaru Wetan, Dusun Wonorejo, namun oleh penduduk sekitar air terjun ini dinamakan air terjun kembar “Tirto Kemanten” karena ada 2 (dua) aliran air yang sepintas mirip jejeran pengantin lelaki dan perempuan. Daya tarik air terjun “Tirto Kemanten” terletak pada keasriannya, bangunan yang masih tergolong cukup sederhana dengan pemandangan alami di kaki gunung Raung membuat tempat ini terasa sejuk dan tenang. Menurut salah satu penjaga post, konon asal mula (babad) air terjun ini dilakukan oleh Mbah Citro Wardoyo dan menjadikan tempat ini sebagai tingkat terakhir dari 7 (tujuh) air terjun di lereng Gunung Raung jalur Kalibaru.

Tips Menuju Wisata Alam Air Terjun Tirto Kemanten :
Sekitar 20 meter dari stasiun Kalibaru sebelah kiri jalan terdapat sebuah belokan, selanjutnya tinggal mengikuti petunjuk menuju lokasi terjun.
Pastikan kondisi ban anda masih bagus, karena jalan menuju lokasi merupakan jalan perkebunan yang lumayan terjal penuh dengan batu prejeng.
Jika anda termasuk orang yang suka berlama-lama di suatu tempat, alangkah baiknya membawa minuman dan snack favorit karena di lokasi terjun sangat minim penjual makanan dan minuman. Ada beberapa kedai kopi dan gorengan namun biasanya mereka hanya buka pada hari libur.

Sumber : http://www.kaskus

Curug Cimandi Racun


Lingkungan Alam Fisik
Curug Cimandi Racun atau sering disebut juga Curug Cibuni Racun terletak di Desa Jangkurang, Kecamatan Leles, dan di sebelah utara berbatasan dengan Desa Rancasalak, Desa Danu di sebelah barat, Desa Cikelet di sebelah selatan, dan Desa Ranca Salak di sebelah timur. Luas kawasan desa sebesar 988.602 ha, sedangkan luas objeknya sekitar 1 ha yang status kepemilikannya adalah tanah adat masyarakat Kampung Pasir Kunci dan Kampung Singkur.

Aktivitas yang dapat dilakukan di Curug Cibuni Racun ini antara lain menikmati pemandangan alam. Kawasan ini belum dikelola secara baik dan profesional. Salah satu penyebabnya karena objek ini masuk dalam area tanah adat maka penyediaan fasilitas atau prasarana tidak begitu berorientasi pada usaha.

Aspek KhususCurug Cimandi Racun mempunyai ketinggian 25 m dan sumber airnya berasal dari mata air Cimalagiri di Gunung Mandalawangi. Letak air terjun ini berada pada ketinggian 1045 di atas permukaan laut dengan reka bentuk alam berlembah disertai kemiringan lahan yang curam. Sepanjang jalan setapak menuju lokasi objek merupakan titik pandang yang cukup strategis untuk melihat pemandangan alam sekitar yang indah. Sekitar kawasan memiliki daya serap tanah yang cukup baik dengan jenis material tanah berbatu.

Kualitas dan kebersihan lingkungan yang cukup memadai ini terlihat dari sedikitnya sampah yang bertebaran. Keadaan bentang alam Curug Cibuni Racun ini tergolong baik karena tingginya air terjun tersebut ditambah hamparan alam yang hijau dan asri. Salah satu nilai tambah objek ini adalah faktor suhu atau temperatur. Temperatur kawasan yang sejuk, berkisar antara 23-25 derajat celsius sangat mendukung kegiatan wisata.

Daya tarik Curug Cibuni Racun bukan hanya karekteristik alamnya tapi juga dari legenda atau dongengnya. Dongeng yang melatarbelakangi nama dari air terjun tersebut bersumber dari cerita pada zaman kerajaan. Dongeng itu menceritakan bahwa pada zaman dahulu kala terdapat suatu sayembara memperebutkan seorang putri yang cantik jelita. Para jawara atau jagoan silat harus bertarung mempertaruhkan nyawa untuk dapat menjadi pemenang dan mendapatkan sang putri sebagai hadiah kemenangannya. Ketika sayembara tersebut berlangsung, ternyata hasilnya imbang sehingga tidak ada yang berhak mendapatkan putri tersebut. Kemudian karena di antara kedua jawara tersebut tidak ada seorangpun yang berhak mendapatkan sang putri, maka putri tersebut disembunyikan dan diracun di tempat yang sekarang dikenal dengan Curug Cibuni Racun.

Di sekitar curug ini hanya tersedia 1 buah shelter dengan kondisi yang cukup baik, dan sampai saat ini belum tersedia fasilitas akomodasi. Alternatif fasilitas akomodasi terdekat yang dapat digunakan pengunjung adalah Wisma LEC yang terletak di Kecamatan Tarogong. Kemudian untuk fasilitas rumah makan, maka Rumah Makan Adika yang berada di depan Pasar Leles atau Jalan Raya Leles dapat dijadikan alternatif bagi wisatawan yang ingin mengisi perutnya.

Aksesibilitas
Untuk mencapai ke objek ini dapat menggunakan angkutan perkotaan trayek Kadungora ? Penclut dengan tarif antara Rp. 1.000 ? Rp. 1.500 atau dapat menggunakan ojeg dari Kadungora dengan tarif Rp. 4.000 atau juga dapat menggunakan transportasi mikrobus dengan trayek Bandung-Pamengpeuk, yang melewati jalan akses menuju ke objek ini. Jarak terminal angkot Kadungora dari stasiun Kadungora berjarak 5 km dari objek Curug Cibuni Racun. Dalam usaha pencapaian ke objek pengunjung akan melalui jalan raya kecamatan sejauh 3 km dengan kualitas jalan baik, lebar jalan memadai dan tidak berlubang, dan kemudian melewati jalan akses sejauh 500 m yang berbentuk foot trail, dan akhirnya menelusuri jalan setapak sejauh 300 m yang berbentuk foot trail dengan lapisan permukaan tanah berpasir. Jarak antara objek dan pusat pemerintahan kecamatan sekitar 7 km, sedangkan dengan pusat pemerintahan kabupaten berjarak 23 km, dari dengan Kabupaten Bandung berjarak 47 km serta berjarak 227 km dari ibukota provinsi, Jakarta.

Sumber : http://pariwisata.garutkab.go.id
Foto : http://wisata.voucher-hotel.com